Surah al-Ma’idah ayat 120 membicarakan tentang kerajaan Allah SWT yang meliputi seluruh langit dan bumi, serta apapun yang ada di dalamnya. Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang paling berhak menguasai dan mengendalikan seluruh alam semesta.
Al Quran dan Terjemahannya Online - QuranWeb
terms: Al Quran dan Terjemahannya Online
Surah Al-Ma'idah Ayat 119
Ayat 119 Surah Al-Ma’idah memuat pesan penting yang berkenaan dengan perkara kebaikan dan kehormatan dalam hidup seseorang. Berdasarkan ayat tersebut, Allah SWT jelaskan bahwa orang-orang yang benar tahu bagaimana untuk mendapatkan keuntungan dari kebenaran-Nya; mereka yang telah berbuat benar dan berpegang teguh kepada kebaikan akan menemukan buah manfaat, keutamaan, dan kegembiraan yang luar biasa. Pesan yang dikandungkan oleh ayat ini juga menyiratkan bahwa setiap yang bergelar orang yang benar layak untuk menerima penghargaan dan pujian dari Allah SWT. Dalam ayat tersebut juga dinyatakan bahawa mereka yang bergelar orang yang benar akan ditempatkan di dalam surga yang terhias dengan lautan dan sungai-sungai. Mereka akan rida kepada Allah SWT dan Allah pun rida kepada mereka; inilah jawapan untuk tunaikan balasan pada orang yang benar. Jawapan itu memberi mereka kemenangan yang mulia.
Surah Al-Ma'idah Ayat 118
Surah Al-Ma’idah ayat 118 merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Dalam ayat ini Allah SWT menyerukan kepada Rasul-Nya untuk bersikap adil dan menyayangi Hamba-Nya yang dibebani oleh tanggung jawab yang berat, baik dalam pengawasan dan pengawalan orang-orang ataupun ketika menghadapi mereka yang bersalah. Allah SWT menunjukkan perhatian khususnya pada para pengurus umat manusia, dan mengingatkan mereka bahwa menyiksa orang-orang yang dikendalikan adalah tugas Allah. Oleh karena itu, mereka juga harus berhati-hati dalam pengawasan terhadap orang yang mendapatkan sanksi dan juga berhati-hati dalam memberikan ampunan, karena Allah di sana untuk menjadi hakim dan mahaperkasa.
Surah Al-Ma'idah Ayat 117
Surah Al-Ma'idah ayat 117 mengisyaratkan bahwa para Nabi Musa (AS) menyampaikan wahyu yang telah Allah berikan kepadanya yaitu untuk memerintahkan orang untuk menyembah Allah sebagai Tuhanku dan Tuhan mereka. Dalam ayat ini juga disebutkan bahwa Nabi Musa (AS) menjadi saksi atas mereka saat dia melakukan itu. Setelah kewafatannya, Dia meminta Allah untuk menjaga mereka dan mengawasi ketika Allah adalah satu-satunya yang Maha Menyaksikan setiap perbuatan manusia.
Surah Al-Ma'idah Ayat 116
Ayat 116 dari Surah al-Ma'idah dalam Al-Quran bercerita tentang kisah Nabi Isa putra Maryam a.s. ketika Allah SWT bertanya kepadanya (Nabi Isa a.s.): "Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?”Nabi Isa a.s. lalu menjawab dengan bijaksana, "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”
Surah Al-Ma'idah Ayat 115
Surah Al-Ma'idah ayat 115 adalah ayat yang terdapat dalam Al Qur'an yang menyatakan tentang janji Allah dalam mengujian orang-orang yang beriman, yaitu dengan menurunkan hidangan dari surga. Ayat ini menekankan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada Allah akan mendapatkan azab yang sangat berat.
Surah Al-Ma'idah Ayat 114
Surah Al-Ma'idah ayat 114 menceritakan tentang doa Nabi Isa putra Maryam di hadapan Allah SWT. Doa tersebut mengajukan permohonan agar Allah memenuhi mereka dengan hidangan dari langit (surga) yang turun hari ini. Dengan doa ini, Nabi Isa berharap bahwa hal itu bisa menjadi hari raya yang indah bagi mereka dan menjadi sebuah tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah swt atas semesta. Selain itu, doa ini juga mengajukan permohonan agar Allah memberi mereka rezeki.
Surah Al-Ma'idah Ayat 113
Surah Al-Ma'idah ayat 113 berbicara tentang bersedia menerima hidangan dari Nabi Musa. Secara historis, surah ini adalah bagian dari Sebuah Perjanjian dengan Yerusalem yang ditandatangani Abraham dan Bani Israil yang kemudian menjadi sebuah petunjuk agama bagi Bani Israil.
Surah Al-Ma'idah Ayat 112
Surah Al-Ma'idah ayat 112 merupakan ayat yang terkandung dalam Al-Quran yang menceritakan ucapan yang dilakukan oleh pengikut-pengikut Nabi Isa as. Dalam ayat ini, para pengikut setia Nabi Isa as memberi tahu Isa a.s bahwa mereka ingin Tuhan memperkenankan permintaan mereka untuk menurunkan hidangan dari langit. Dengan demikian, para pengikut-pengikut ini ingin Tuhan menunjukkan kekuasaan-Nya dan menghidupkan hati mereka dengan mengabulkan permintaan mereka.
Surah Al-Ma'idah Ayat 111
Surah Al-Ma'aidah ayat 111 mengisahkan tentang pengikut setia Nabi Isa yang telah diilhami oleh Allah agar beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Mereka tidak berpikir dua kali untuk melakukannya dan segera mentaati perintah Allah. Mereka bersedia menerima segala bentuk petunjuk yang diberikan Allah.
Surah Al-Ma'idah Ayat 110
Surah Al-Ma'idah ayat 110 memberikan kita pelajaran yang bermanfaat tentang sejumlah nikmat yang telah Allah berikan kepada Nabi Isa a.s. Allah SWT mengingatkan rasul-Nya tentang nikmat-Ku dan nikmat-Ku kepada ibunya (Maryam). Di dalam ayat ini, Allah mengingatkan Nabi Isa a.s. tentang bagaimana Allah menguatkannya dengan Roh Kudus, dan bagaimana ia dapat berkomunikasi dengan manusia saat ia masih bayi. Allah juga mengingatkan Nabi Isa a.s. tentang bagaimana ia telah diajarkan menulis, Hikmah, Taurat dan Injil.
Surah Al-Ma'idah Ayat 109
Surah Al-Ma'idah ayat 109 merupakan bagian dari Al Qur’an dan surat yang ke lima dalam Al Qur’an. Surat ini banyak berisi pengajaran dan hikmah bagi manusia. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Allah akan mengumpulkan para rasul-Nya. Allah lalu akan bertanya kepada mereka, apa jawaban mereka kepada seruan mereka. Mereka menjawab bahwa mereka tidak tahu tentang hal itu karena hanya Allah lah yang Maha Mengetahui segala yang gaib.
Surah Al-Ma'idah Ayat 108
Surah Al-Ma’idah ayat 108 merupakan ayat yang menekankan sikap tawadhu’ dan merendahkan diri dalam menyaksikan sesuatu. Menurut ayat ini, orang yang tahu keadilan, baik dari ahli hukum maupun dari ahli kitab (Yahudi, Nasrani dan muslim) akan lebih patut memberi kesaksiannya menurut yang sebenarnya. Pemahaman ayat ini menjadi penting untuk menerangkan bagaimana adanya hubungan antara ahli hukum dan ahli kitab.
Surah Al-Ma'idah Ayat 107
Surah Al-Ma’idah ayat 107 merujuk pada situasi yang dihadapi ketika seseorang meninggal tanpa meninggalkan suami atau istri, anak atau ahli waris. Ayat ini menekankan bahwa jika seorang ahli waris bersama dengan saksi-saksi yang memberikan keterangan tentang siapa yang berhak menerima hartanah itu, lalu kedua saksi itu dinyatakan salah, maka dua ahli waris lain harus menggantikan kedudukan kedua saksi tersebut. Ahli waris lain tersebut diambil dari dua orang yang lebih dekat kepada si orang yang meninggal, salah satunya haruslah lebih dekat daripada yang lain. Hal tersebut dilakukan agar kebenaran kepemilikan harta tersebut dapat terjaga serta agar kepemilikan harta bisa sampai ke keluarganya.
Surah Al-Ma'idah Ayat 106
Surah Al-Ma'idah Ayat 106 adalah ayat yang diterbitkan dalam Al-Quran yang memberikan petunjuk kepada orang-orang beriman tentang bagaimana mereka menyaksikan wasiat yang dibuat oleh seseorang yang akan meninggal dunia. Ayat ini mengatakan bahwa ketika salah satu di antara orang-orang beriman akan meninggal, wasiatnya harus disaksikan oleh dua orang yang adil, yaitu orang-orang yang beragama Islam atau orang-orang yang berbeda agama dengan orang yang meninggal. Dengan demikian, wasiat tersebut akan diketahui dan dipercayai oleh semua orang.
Surah Al-Ma'idah Ayat 105
Ayat ini berasal dari Surat Al-Ma’idah yang merupakan surat ke lima dalam Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kata dalam ayat ini memberi tahu kita tentang pentingnya jaga diri kita sendiri. Orang-orang yang beriman dihimbau untuk selalu berjaga-jaga dan mencegah diri dari melakukan sesuatu yang salah. Dengan menjaga diri, Allah akan memudahkan jalan menuju kebaikan dan diridilindungi dari jalan yang salah.
Surah Al-Ma'idah Ayat 104
Surah Al-Ma'idah ayat 104 mengajarkan tentang ikut mengikuti nasihat Allah dan Rasul-Nya. Ayat ini dapat diartikan bahwa manusia tidak boleh enggan untuk mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Di dalam ayat ini juga dikemukakan hukuman bagi orang-orang yang tidak mau mengikuti petunjuk Allah, yang menggunakan nenek moyang mereka sebagai alasan.
Surah Al-Ma'idah Ayat 102
Surah Al-Ma’idah ayat 102 merupakan bagian dari ayat-ayat di dalam Al-Qur'an yang memberikan pengajaran kepada umat manusia tentang ajaran agama Islam. Ayat ini memperingatkan manusia agar tidak mengulangi kekeliruan yang dilakukan oleh orang-orang zaman dahulu. Dalam ayat ini juga menegaskan bahwa segolongan manusia di masa lalu juga pernah menanyakan hal-hal yang serupa dengan Alquran namun orang-orang tersebut tetap saja menjadi kafir.
Surah Al-Ma'idah Ayat 101
Surah Al-Ma'idah Ayat 101 adalah ayat berkaitan dengan petunjuk Allah kepada orang-orang beriman. Ayat ini berfokus pada pentingnya tidak menanyakan hal-hal yang akan menyusahkan atau berat berat untuk diketahui jawabannya.