Surah Al-Anfal Ayat 22 - QuranWeb

terms: Surah Al-Anfal ayat 22 adalah ayat dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa makhluk yang bergerak dan hidup di dunia yang paling buruk di mata A...

Surah Al-Anfal Ayat 22

Surah Al-Anfal ayat 22 adalah ayat dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa makhluk yang bergerak dan hidup di dunia yang paling buruk di mata Allah adalah orang-orang yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan mengerti). Di dalam Quran, Allah menyebutkan bahwa makhluk yang tuli dan bisu sebagai iblis (setan) sebagaimana yang diungkapkan dalam ayat sebelumnya yang berbunyi: “Sesungguhnya yang paling zalim di antara makhluk yang bergerak dan bernyawa ialah orang-orang yang tuli, bisu dan yang tidak mampu melihat.” (QS. Al-Anfal: 22)


Ayat tersebut menekankan bahwa mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan mengerti) adalah mereka yang paling buruk di mata Allah. Oleh karena itu, setiap orang yang mampu mendengarkan dan memahami akan dihargai oleh Allah. Mengapa Allah menyukai mereka yang mampu mendengar dan mengerti, terutama dalam Islam?


Islam adalah agama yang menekankan pada keteguhan dalam berkeyakinan. Kita harus mempercayai bahwa Allah adil dan mengetahui segala sesuatu. Dengan ini, Allah menghendaki setiap umat manusia untuk mengenal dan berpegang pada syariat Allah yang telah ditetapkan. Syariat ini hanya bisa didengar dan dipahami dengan mendengar dan membaca firman Allah serta mengikutinya. Kita bisa mendengar hukum-hukum Allah melalui Al-Quran dan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW tentang ajaran dan tatacara hidup beragama.


Oleh karena itu, kerugian yang dihadapi oleh mereka yang tuli dan bisu pastilah jauh lebih berat dibandingkan orang lain. Telinga mereka tidak bisa memahami pesan-pesan yang diucapkan untuk mengajarkan perkara-perkara yang terkait dengan kebenaran. Bahkan jika mereka sampai mengerti, mereka tidak akan bisa memahami dengan benar hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dalam Al-Quran.


Hal ini juga memicu mereka yang tuli dan bisu untuk menjadi manusia yang lemah dalam beragama karena mereka hanya bisa melihat dan mungkin menyimak tanpa mampu menghayati ayat-ayat Allah atau merasakan kenikmatan ibadah kepada Allah. Mereka merasa kesulitan menghargai perintah-Nya karena mereka tidak mampu memahaminya dengan benar.


Oleh karena itu, Islam memiliki kepedulian khusus terhadap orang yang tuli dan bisu dan menganjurkan untuk menolong mereka dan mengajarkan ilmu syariat kepada mereka. Allah SWT berfirman;


“Katakanlah kepada mereka yang tuli dari kalangan manusia, Hendaklah mereka mengerjakan amal saleh: Apabila mereka telah mendengar, mereka akan menjadi orang-orang yang beruntung.” (QS Al-Baqarah: 6-7)


Ayat ini memberi pesan bahwa meskipun kondisi mereka telah menderita kerugian, mereka masih dapat mencari keselamatan dengan meningkatkan keimanan dan manhaj syariat. Sehingga jika kita memberikan bantuan kepada mereka, maka kita telah berbuat ibadah kepada Allah yang Maha Penyayang. Selain bantuan langsung, kita juga penting untuk mendidik mereka supaya tidak dipengaruhi oleh iblis dan simpang siur nafi yang lain.


Kesimpulannya, surah Al-Anfal ayat 22 adalah ayat yang menyentuh bagi umat manusia yang masih belum beruntung. Allah menekankan bahwa pantas dengan mengingat bahwa mereka yang tuli dan bisu adalah makhluk yang paling buruk di mata-Nya. Oleh karena itu, kita perlu berusaha untuk menolong mereka dengan semua cara yang ada di dalamnya.