Surah Al-Anfal ayat 21 merujuk kepada orang-orang munafik, yakni orang yang berpura-pura menonton dan bahkan mengaku mendengarkan sesuatu yang benar dan beneran, tetapi di balik hatinya ia sebenarnya tidak mengakuinya. Kata-kata tersebut diterjemahkan dalam Al-Quran dalam konteks orang-orang munafik yang berbohong tentang perbuatan menghoron atau melakukan perbuatan ingkar terhadap ayat-ayat Allah.
Contohnya, orang-orang munafik mungkin mendengarkan orang lain yang mengejutkan mereka tentang kepentingan mengikuti ajaran-ajaran Allah, tetapi mereka tidak menunjukkan tanda-tanda tindakan konkrit seperti mempraktekkan, melaksanakan, atau mengurangi ayat-ayat Allah dalam kehidupan mereka. Mereka seolah-olah mengatakan, “Kami mendengarkan”, padahal mereka tidak benar-benar mendengar atau menerima maksud yang disampaikan.
Selain itu, mereka tidak melakukan apa yang dikatakan atau menjalankan referensi kepada ayat-ayat Allah. Sebagai hasilnya, hati mereka mengingkarinya dan sebenarnya mereka sedang mengejek perbuatan memerakai dan mendukung tuntunan Allah, melalui kehidupan yang sopan dan santun. Ini merupakan perbuatan alpa yang dapat diidentifikasi dalam banyak kata-katanya, niat dan perilakunya.
Surah Al-Anfal ayat 21 mendorong kita untuk mengambil catatan dan wajib belajar dari contoh orang-orang munafik. Kata-kata ini wajib menjadi pelajaran dan teladan untuk kita agar kita tidak mengikuti perjalanan mereka serta tidak berbicara seperti yang mereka lakukan, yakni berbicara tanpa perbuatan. Kata-kata itu juga mengingatkan kita akan pentingnya mendengarkan, mengikuti dan meyakini ajaran dari Allah.
Di sini kita harus menyadari bahwa tidak semua yang kita dengarkan harus kita percaya dan ikuti. Satu-satunya yang harus disembah dan disembah adalah Ilahi, yang berasal dari Al-Qur'an dan hadis para Nabi saja. Kita semua harus berusaha taat berdasarkan tuntunan yang diberikan oleh Allah tanpa mencampuri atau berpikir sebaliknya. Pada akhirnya, kita harus berkomitmen pada feodal dari Allah dan tidak menyimpang dari jalan yang benar.
Semoga kita dapat menganggap peringatan yang dikandung dalam Surah Al-Anfal ayat 21 sebagai titik tolak yang baik untuk hidup kita, dengan komitmen yang tinggi, sopan, dan tunduk pada segi moral dan ajaran-ajaran Allah yang hakiki. Ini merupakan cara terbaik kita untuk memenuhi tanggung jawab kita sebagai hamba-hamba Allah di bumi ini.