Surah Al-A'raf Ayat 78 - QuranWeb

terms: Surah Al-A’raf ayat 78 menceritakan tentang sebuah kejadian nyata yang menimpa suatu komunitas kaum yang melakukan kesalahan moral dan krimi...

Surah Al-A'raf Ayat 78

Surah Al-A’raf ayat 78 menceritakan tentang sebuah kejadian nyata yang menimpa suatu komunitas kaum yang melakukan kesalahan moral dan kriminal. Komunitas itu didustai oleh Tuhan dengan suatu gempa bumi. Dengan menimpa mereka gempa bumi, berarti Tuhan ingin menjadikan mereka sebagai pelajaran bagi orang lain. Hal ini agar orang lain benar-benar tahu tentang aib komunitas tersebut dan hukuman keras Tuhan kepada mereka.


Kejadian itu adalah, masyarakat itu telah menyimpang dari jalan Tuhan. Mereka melakukan kesalahan korupsi, melanggar hukum, menipu dan memiliki simpanan riba. Mereka melakukan segala sesuatu untuk memperoleh kekayaan secara kotor. Dengan kata lain, mereka telah melanggar semua peraturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan.


Kemudian, datanglah gempa bumi yang menimpa komunitas tersebut. Gempa bumi bisa dikatakan sebagai hukuman keras bagi mereka atas semua perbuatannya yang durhaka. Gempa bumi telah menghancurkan semua rumah mereka. Hal ini menyebabkan mereka mati bergelimpangaan di tengah reruntuhan rumah mereka yang dihancurkan gempa itu.


Kisah di atas penting sebagai pelajaran untuk kita. Kisah-kisah seperti ini menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan selalu tidak suka terhadap kriminalitas dan salah moral. Jika kita berbuat salah, justice will be done. Ini berarti, kesalahan kita akan dihukum, baik dalam bentuk hukuman menyebalkan atau hukuman yang penuh penderitaan. Barang siapa mengikuti jalan yang benar dan mendapatkan ridho Allah, maka pasti dialah yang akan berhasil di dunia dan akhirat.


Untuk mengakhiri, Surah Al-A’raf Ayat 78 memberi semangat dan motivasi kepada kita untuk memilih jalan yang benar, jalan kebenaran dan jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan. Selalu ada hikmah di balik setiap kisah dan motif di balik setiap kisah, yang dapat dijadikan pelajaran. Namun, kita harus berhati-hati, dan tetap mengingat konsekuensi yang akan kita hadapi jika kita melakukan kesalahan.