Surah Al-A’raf ayat 79 menceritakan kisah Nabi Saleh yang telah mendapat wahyu dari Tuhannya untuk menyampaikan sebuah pesan kepada kaumnya. Meskipun ia telah melaksanakan perintah ini dengan baik, namun tanggapan yang diterimanya dari orang-orang kemudian berubah menjadi tidak menyukai orang yang memberi nasihat.
Kisah ini merupakan salah satu contoh klasik tentang bagaimana manusia kerap kali menolak ajaran-ajaran terbaik, meskipun datang dari orang yang terpercaya, dari yang seharusnya membimbing mereka. Terlepas dari motivasi yang melekat didalamnya, mereka secara keseluruhan dapat dianggap mengabaikan nasehat yang baik-baik yang datang dari orang yang benar-benar mencintai mereka atau bahkan dari Sang Khalik.
Para pembaca diharapkan untuk mengambil pelajaran dari kisah ini, bahwa walaupun jawaban untuk sebuah masalah dapat datang dari siapapun, itu tidak berarti bahwa orang harus menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Selain itu, jangan pernah melupakan bahwa pertolongan atau nasihat dari orang yang terdekat akan menjadi lebih berguna dari yang bisa Anda bayangkan.
Islam telah menunjukkan konsep-konsep tertentu sebagai jamak untuk mengajarkan mereka untuk menerima nasehat yang memang dari manusia, meskipun pengajarannya benar-benar bersumber dari wahyu. Di dalam Nabi Saleh, para pembaca melihat seorang yang sungguh mencintai dan menikmati karena bisa berbuat baik oleh karena mematuhi perintah Tuhan.
Masalahnya adalah bahwa kaum Saleh meyakini bahwa mereka dapat mengabaikan apa yang dibawa oleh Nabi Saleh dan bahwa begitu banyak dianut oleh mereka melanggar hukum Nabi Saleh. Meskipun dengan penuh kesabaran dan kebaikan ia menyampaikan peringatannya kepada mereka, namun dialah yang ditolak.
Birthday Inilah mengapa ialah yang menyampaikan pada mereka bahwa sebenarnya ia tidaklah salah dan bahwa masalah ini bukanlah masalahnya, tetapi adalah masalah orang-orang lain yang berasal dari mereka yang tidak mau berhati-hati atau menjauh dari ia pun meninggalkan mereka sambil berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat.”
Ini adalah pengalaman penting bagi para pembaca, karena kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya orang-orang tidaklah selalu sanggup menghormati atau mengikuti nasehat baik-baik, meskipun datangnya dari orang-orang yang benar-benar mencintai dan faham. Itu sebabnya, kita harus bersyukur kepada Tuhan karena telah mengirim pelbagai rasul-rasulNya dengan mengajarkan mereka untuk menerima nasehat dan perintah RahmatNya.
Nasehat yang dicontohkan melalui Kisah Nabi Saleh di Surah Al-A’raf ayat 79 adalah bahwa meskipun orang benar-benar memperhatikan nasehat, ia bisa menghadapi adanya kecenderungan untuk menolaknya. Para pembaca tetaplah harus waspada dengan hal-hal yang berbahaya dalam kehidupan ini dan tolonglah untuk mengajak orang lain untuk tidak melewatkan nasehat musyawarah. Karena tauhid adalah faktor penting dalam kehidupan kita, semoga kita dapat menguatkan ikatan umat dengan ikatan Ilahi dan hidup secara benar.