Surah Al-A'raf ayat 124 adalah sebuah ayat dalam Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. Ayat ini mengandung masalah hukum yang ditentukan oleh Tuhan untuk siapa saja yang melakukan kejahatan. Ayat ini mengungkapkan bahwa orang yang melakukan kejahatan akan mendapat hukuman dengan cara di potong bersilang. Ayat ini juga mengisyaratkan bahwa orang-orang yang terlibat dalam aksi kejahatan akan dihukum tanpa pandang bulu.
Dalam teks ayat Al-A'raf 124 ini, Allah SWT mengancam untuk mentakdirkan hukuman bagi orang-orang yang berbuat jahat. Allah SWT menyatakan bahwa mereka akan di potong tangan dan kakinya dengan bersilang (kiri-kanan secara berlawanan), kemudian di salib, yang merupakan hukuman paling berat yang dikenal di zaman itu. Penggunaan kata-kata "bersilang" dalam ayat ini mengisyaratkan bahwa bukan hanya anggota tubuh yang terkena hukuman, tetapi juga yang tidak berdosa akan dihukum sama rata tanpa memperhatikan status mereka.
Ayat ini memberikan pandangan yang luas tentang durasi hukuman dalam perundang-undangan kekristenan, sehingga ia menjadi dasar dari langkah hukum yang adil dan saksama dari pemerintah. Pemotongan tangan dan kaki dengan bersilang adalah cara yang dipilih Allah untuk menegakkan hukum di masyarakat. Ini bermaksud agar semua orang dapat mengetahui dan menghormati hukum dan aturan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Sehingga masyarakat akan menjadi saling menguntungkan dalam hal tertib hukum.
Ketika kita menyelidiki ayat ini lebih lanjut, kita akan melihat bahwa hal ini bukan hanya merujuk kepada hukuman fisik tetapi juga mencerminkan teguran bagi mereka yang melakukan kejahatan. Karena itu, hukuman yang dimaksud adalah sebagian dari proses pengampunan, bukan hukuman fisik semata. Kebijaksanaan Allah tentang tindakan yang harus diambil untuk menghukum para pelaku adalah bahwa hukuman seharusnya dilakukan dengan ketetapan dan bijaksana, dengan tujuan memperingatkan orang lain, sembari memberikan keadilan bagi yang terhukum.
Dengan demikian, ayat Al-A'raf 124 dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa Tuhan benar-benar menghargai hukum dan aturan. Bagaimanapun juga, semua orang bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu yang benar menurut hukum, dan mereka harus siap untuk menerima konsekuensi yang adil dari perbuatan yang nyata. Allah ingin memberikan pemahaman bagi orang-orang yang melakukan kejahatan bahwa hukuman ini harus mereka terima karena Tuhan tidak akan memberikan hukuman yang tidak adil kepada seseorang. Oleh karena itu, Allah mengajak manusia untuk menghormati hukum dan aturan, agar hidup damai dan berbahagia.