Surah Al-A'raf adalah salah satu dari 114 surah dalam Al-Quran yang terdiri dari 206 ayat. Surah ini menceritakan tentang nabi Musa dan Balat-Syu'aib. Di ayat 112, Allah memberikan perintah agar berbagai penyihir datang kepada nabi Musa dan Balat-Syu'aib. Bagian dari ayat ini berbunyi: “Agar mereka membawa semua pesihir yang pandai kepadamu.”
Kehadiran para penyihir ini adalah bagian dari sebuah percobaan yang luar biasa yang dilakukan Musa untuk membuktikan bahwa semua ajaran yang dianut oleh orang-orang Mesir yang melakukan sihir adalah palsu. Para penyihir yang diminta Allah untuk datang kepada Musa dan Balat-Syu'aib adalah sihir yang paling hebat, yaitu sihir yang benar-benar unggul di negara Mesir.
Para penyihir ini membawa peralatan sihir mereka kepada Musa, yang berisi berbagai potongan kertas, patung, dan berbagai benda lain yang mungkin mereka gunakan selama proses sihir. Setiap penyihir mencoba untuk meyakinkan Musa bahwa sihir mereka adalah yang terkuat, tetapi Musa tidak mengeluarkan suara. Musa merasa dirinya tidak cukup baik untuk menghadapi semua penyihir tersebut, jadi Allah memberikan wahyu kepadanya untuk membantunya menghadapi sihir.
Setelah itu, Musa meminta mereka untuk benar-benar membuktikan bahwa sihir mereka benar-benar cocok dengan ajaran Mesir. Maka, semua penyihir tersebut mulai melakukan sihir, tetapi tidak satu pun di antaranya yang berhasil. Akhirnya, demi menebus malapetaka yang ditimbulkan oleh sihir para penyihir, Allah menyuruh Musa untuk memukul meja yang telah ditempatkan di hadapannya.
Setelah itu, meja itu menyala dan menjadi seperti api yang menembus ke langit. Ini adalah bukti nyata bahwa ajaran-ajaran yang dianut oleh orang-orang Mesir adalah palsu, dan bahwa hanya ada satu Allah yang benar-benar Maha Kuasa. Inilah alasan mengapa Allah SUDAH PERINTAHkan kepada para penyihir untuk datang kepada Musa dan Balat-Syu'aib, agar para penyihir dapat dengan mudah mengetahui bahwa semua ajaran yang dianut oleh mereka adalah palsu.
Diakhir ayat, Allah menekankan lagi bahwa meskipun para penyihir gagal menunjukkan bahwa sihir mereka lebih kuat daripada sihir Musa, hal itu bukan berarti bahwa mereka belum berhasil memberikan bukti. Sebaliknya, ini adalah penegasan yang jelas bahwa setiap orang harus percaya pada yang Maha Kuasa. Inilah makna Surah Al-A’raf Ayat 112 yang menyatakan kepada para penyihir untuk membawa semua pesihir yang pandai kepada Nabi Musa dan Balat-Syu’aib.