Surah Al-A'raf Ayat 113 - QuranWeb

terms: Surah Al-A’raf ayat 113 adalah ayat pertama di mana disebutkan tentang sihir atau tindakan sihir. Ayat ini juga menyebutkan tentang para pes...

Surah Al-A'raf Ayat 113

Surah Al-A’raf ayat 113 adalah ayat pertama di mana disebutkan tentang sihir atau tindakan sihir. Ayat ini juga menyebutkan tentang para pesihir yang datang kepada Fir‘aun. Dalam ayat ini, para pesihir itu bertanya tentang imbalan yang mereka dapatkan jika mereka berhasil memenangkan pertarungan dengan Musa (A.S) yang diarahkan oleh Fir‘aun.


Ayat ini menggambarkan dua situasi di mana sihir menjadi penting. Pertama, ayat ini menggambarkan ketika Fir‘aun menantang Musa (A.S) untuk berdebat melalui cara yang dapat membuatnya memenangkan klaimnya. Fir‘aun memutuskan bahwa dia akan memilih sihir sebagai cara untuk melawan Musa (A.S). Kedua, ayat ini menggambarkan ketika para pesihir yang diundang oleh Fir‘aun datang dan berkata apa yang mereka harapkan jika mereka berhasil mengalahkan Musa (A.S). Dengan demikian, ayat melukiskan situasi yang menunjukkan bagaimana para pesihir berharap mendapatkan imbalan jika mereka menang dalam persaingan melawan Musa (A.S).


Ayat ini juga dapat ditafsirkan sebagai sebuah peringatan bagi para pengikut Nabi SAW. Pertama, ayat ini mengingatkan kita pentingnya memiliki kekuatan Ilahi (rohani) dalam menghadapi tantangan jahat. Ayat ini juga memberikan peringatan bagi orang-orang yang ekstrim dengan apa yang mereka lakukan untuk memenuhi hasrat mereka. Melalui ayat ini, Allah SWT bertanya tentang manfaat jika orang-orang yang tiduran jahat mendapatkan imbalan untuk apa yang mereka lakukan.


Para pesihir yang menghadapi Musa (A.S) di bawah perintah Fir‘aun juga telah dipahami untuk menunjukkan bahwa tidak semua jenis sihir adalah jenis yang jahat. Sihir itu, telah disebutkan, juga dapat digunakan untuk tujuan baik, seperti menggunakan sihir untuk mengusir kejahatan yang ada di tengah-tengah masyarakat.


Kesimpulannya, Surah Al-A’raf Ayat 113 menggambarkan tentang sihir yang diatur untuk dilemparkan kepada Musa (A.S) ketika Fir‘aun menantangnya untuk berdebat. Ayat ini juga dapat ditafsirkan sebagai sebuah peringatan bagi para pengikut Nabi SAW tentang pentingnya kekuatan ilahi untuk menghadapi jahat. Ayat ini juga memberikan pengingat bahwa sihir juga dapat digunakan untuk tujuan baik.