Surah Al-A’raf Ayat 108 adalah sebuah ayat yang terdapat dalam Alquran. Ayat ini menceritakan tentang bagaimana umat Rasulullah SAW menyaksikan kesaksian nyata tentang kerendahan hati dan ketaqwaannya terhadap Allah. Ini terjadi ketika Rasulullah SAW bersumpah atas jurang neraka. Menurut ayat ini, ketika Rasulullah SAW mengeluarkan tangannya untuk menunjukkan kesyahidan dan ketaqwaannya terhadap Allah, tiba-tiba tangannya menjadi putih dan bercahaya bagi semua orang yang melihatnya.
Ayat ini menggambarkan bagaimana iman yang kuat dan ketaqwaan yang tinggi terhadap Allah dapat mengubah situasi dan menimbulkan perubahan yang buram dan menakjubkan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah dapat memudahkan segala sesuatu yang baik bagi umat-Nya yang faham dan mengikuti perintah-Nya. Dengan iman yang kuat dan taqwa yang tinggi, kehidupan dapat berubah menjadi lebih baik dan seseorang dapat meraih pengakuan dan penghargaan dari Allah.
Keluarnya debu yang menyebabkan tangan Rasulullah SAW menjadi putih dan bercahaya juga bersifat memperingatkan ketika melakukan perbuatan yang dosa. Ayat ini mengajak kita untuk menutup aib kita, berpegang kepada yang haq, bertakwa kepada Allah dan tidak melupakan bahwa perlakuan kita pada kehidupan dunia akan ditiupbalikkan kepada kita dalam kehidupan akhirat.
Ayat ini merupakan suatu peringatan bagi kita untuk jauh dari keinginan duniawi dan meremehkan ketentuan-ketentuan Allah mengenai hidup dan mati, yang saling terkait. Hal ini hanya dapat dicapai dengan ketaqwaan yang tinggi. Iman yang kuat dan taqwa yang tinggi akan menuntun kita ke jalan yang benar.
Akhirnya, ayat ini mengingatkan kita agar tidak tertipu oleh duniawi, tetapi untuk lebih menghargai kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia. Rasulullah SAW telah menunjukkan contoh luar biasa dan ketaqwaannya kepada Allah dengan cara yang tidak berbelit dan ia telah membuat perubahan yang besar dengan menggunakan tabir Allah. Dengan mematuhi perintah Allah, kita dapat menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.