Ayat 107 dari Surat Al-A’raf merujuk pada peristiwa yang dialami Nabi Musa (AS). Dia ditugaskan oleh Allah untuk memimpin umat Bani Israil dari Mesir menuju Tanah Diberkati. Perintah itu diutus sebagai bubuk, yaitu Allah harus menunjukkan tanda-tanda Roh Kudus yang diperbaharui pada Musa (AS). Salah satu tanda keajaiban yang telah ditunjukkan adalah peristiwa dimana Musa (AS) melemparkan tongkatnya.
Dalam bentuk biasa, tongkat itu dianggap sebagai sebuah alat yang digunakan untuk berjalan atau digunakan untuk membantu ketika berjalan. Tetapi setelah Musa (AS) melemparkannya, tongkat ini dengan tiba-tiba berubah menjadi ular yang besar. Ini adalah tanda sorotan yang luar biasa. Jangankan umat Bani Israil, bahkan Firaun dan para pengikutnya yang kemudian menjadi saksi dari peristiwa yang luar biasa ini pun bertumbangan.
Perubahan tongkat menjadi ular oleh Nabi Musa (AS) sebenarnya adalah satu dari banyak tanda-tanda keajaiban yang Allah tunjukkan pada hamba-Nya. Ini menunjukkan bahwa hanya force atasan yang dapat membangkitkan sebuah peristiwa yang ajaib dan luar biasa. Melalui kesaksian sendiri, hal ini membuktikan bahwa Musa (AS) benar-benar dilahirkan oleh power Allah yang Esa.
Kemudian permintaan Musa (AS) yang menyuruh orang-orang yang berpikir dan melihat hati mereka dengan sangat jelas, mengungkapkan keislamannya dan memberikan pegangannya, membuat orang lain meragukan penunjukan Musa (AS) sebagai nabi. Namun, dengan menggelar sebuah pertemuan di mana Musa (AS) dapat menunjukkan tanda Allah, Firaun pun tak dapat menyangkal lagi dan menghormat kebenaran.
Setelah itu, keajaiban yang dialami nabi Musa ini disebarkan seluruh Mesir, yang menciptakan kekaguman dan kejenuhan di tengah-tengah orang-orang di sana. Meracik semua contoh prove yang dimiliki oleh Musa (AS), menghasilkan pengakuan dari mereka yang menentangnya. Tidak ada satu orang pun yang bisa melebih-lebihkan efisiensi titik pen prove ini.
Kemudian, Allah memerintahkan Musa (AS) untuk melawan Firaun dengan menunjukkan tanda-tanda lain dan pilihan Allah yang benar. Dengan hanya dengan melemparkan tongkatnya, ular yang besar pun terlahir di hadapan para pengikut Firaun. Lewat tongkat yang terulur dan ular yang besar, Musa (AS) berhasil meyakinkan Firaun dan semua orang di sana.
Akhirnya, setelah Musa (AS) berhasil meraih pengakuan dan kekaguman yang luar biasa dari mereka yang menentangnya, Allah memungkinkan Musa (AS) untuk menyebarkan ajarannya dan mendaki Surga Tur dengan syafaat-Nya. Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa yang menburukkan bagaimana Allah selalu merancang segala sesuatu untuk kebaikan, salah satunya dengan menunjukkan tanda-tanda keajaiban.
Dengan begitu, ayat 107 dari surat Al-A’raf benar-benar jelas bahwa Allah telah menegaskan bahwa Musa (AS) adalah nabi yang telah dipilih dan untuk menyebarkan risalah-Nya. Hal ini dibuktikan dengan segera dengan tanda yang berharga dan telah membuktikan kepada umat Bani Israil bahwa Musa (AS) adalah rasul Allah yang sah. Tanda keajaiban tongkat Musa (AS) yang menjadi ular besar yang benar benar adalah salah satu dari banyak bukti luar biasa bagi umat Bani Israil.