Surah Al-Anfal adalah surah ke-8 dalam Al-Quran. Pada ayat ke-8 dalam surah tersebut, Allah menyatakan bahwa Dia (Allah) memerintahkan umat Islam untuk bekerja keras dan berjuang melawan musuh-musuh agama untuk "mengembalikan yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik)," sekalipun orang-orang yang berdosa (musyrik) mustahil menyukainya. Hal ini sangat penting bagi umat Islam untuk meyakini karena banyak orang yang telah membedakan antara hak dan batil.
Apa yang dimaksud dengan "hak (Islam)" pada ayat Al-Anfal ke-8? Ini dijelaskan dalam ayat-ayat lain Al-Quran dengan jelas. Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam agama Allah dengan segenap hati dan janganlah kamu suka bercampur-baur (denga syirik dan kufur). Sesungguhnya Allah jauhkan darimu orang-orang yang zalim". Al-Quran menjelaskan juga bahwa bertakwa dan menaati perintah Allah adalah cara terbaik untuk kembali kepada Allah. Oleh karena itu, mengikuti petunjuk Allah adalah "yang hak" yang harus ditegakkan.
Sedangkan apa yang dimaksud dengan "batil (syirik)" dalam ayat Al-Anfal ke-8? Syirik adalah hal yang paling tidak disukai Allah. Syirik adalah menyembah hawa nafsu dan pemujaan kepada yang lain selain Allah. Ini melanggar ketetapan hukum Allah dan harus dihindari oleh seorang Muslim.
Di samping itu, ayat Al-Anfal ke-8 memerintahkan umat Islam untuk bermanfaat dan berjuang melawan orang-orang kafir dan musyrik yang memusuhi syariat Allah dan kaum beriman. Tidak peduli bagaimanapun juga, umat Muslim harus menjadikan Al-Quran sebagai pegangan hidup mereka dan jangan pernah meninggalkan syariat Allah. Allah berfirman: "Maka jadikanlah quran ini pedomanmu, dan ikutilah petunjuk petunjuknya, serta janganlah kamu suka bersikap berdosa dan berbuat batil".
Beberapa ayat lain Al-Quran yang mendukung kewajiban umat Muslim untuk menegakkan "hak (Islam)" dan menyingkirkan "batil (syirik)" di antaranya; ayat-ayat Allah: "Tetaplah kamu di atas petunjuk agama Allah, dan janganlah kamu suka bercampur aduk (dengan syirik)", "Pilihlah tuhanmu bukanlah sesuatu yang memperkosa hak hakmu," dan "Dan janganlah campuradukkan hak dengan batil".
Kembali ke ayat Al-Anal ke-8, ayat tersebut menekankan perlunya umat Islam untuk percaya bahwa Allah akan mengutus kebaikan tertentu untuk memastikan bahwa hak (Islam) tetap dipegang dan menghilangkan sesuatu yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) mungkin tidak menyukainya. Umat Muslim diharapkan untuk percaya bahwa Dia (Allah) akan selalu memberi pertolongan terhadap mereka yang begitu setia menaatinya.
Dengan demikian, ayat Al-Anfal ke-8 memberi pesan penting bahwa seorang Muslim harus mengampuni orang-orang kafir dan musyrik yang tidak menyetujui ajaran agama Islam. Namun, sekalipun begitu mereka tetap harus memperjuangkan hak (Islam) dan menghapus batil (syirik). Selain itu, juga merupakan pengingat bahwa umat Islam seharusnya bersikap wajar dan tetap tunduk serta takut kepada Allah. Dengan memahami ayat Al-Anfal ke-8 ini, umat Muslim harus terus menegakkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.