Surah Al-Anfal Ayat 30 - QuranWeb

terms: Surah Al-Anfal menceritakan tentang perang Badar yang terjadi antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Pada ayat ke-30, Al-Qur’an memberikan s...

Surah Al-Anfal Ayat 30

Surah Al-Anfal menceritakan tentang perang Badar yang terjadi antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Pada ayat ke-30, Al-Qur’an memberikan sebuah hikmah atas peristiwa tersebut. Dikatakan bahwa Quraisy berusaha memenangkan peperangan agar mereka dapat menangkap, memenjarakan, membunuh, atau mengusir Rasulullah SAW. Untuk tujuan ini, mereka membuat tipu muslihat sebagai strategi agar malapetaka itu dapat terwujud. Akan tetapi, Allah SWT menggagalkan usaha mereka tersebut. Mengapa demikian?


Hikmat Allah SWT dibalik menggagalkan tipu muslihat yang dibuat Quraisy adalah untuk melindungi, menjaga dan memelihara keunctian Rasulullah SAW. Allah telah menyatakan bahwa membangun dakwah agama yang benar dan menjalankan misi yang telah ditetapkan adalah pekerjaan yang harus dijalankan oleh Rasulullah SAW. Allah tidak ingin kerja keras Rasulullah SAW selama itu berakhir dengan tindakan kejahatan dari orang-orang kafir.


Oleh karena itu, Allah menggagalkan tipu muslihat yang dibuat Quraisy agar sasaran mereka tidak tercapai. Di sisi lain, Allah pun memerintahkan untuk memerangi Quraisy untuk melindungi dakwah agama Islam dan menjaga martabat Rasulullah SAW. Sebab, bagi Allah, menjaga moral dan kehormatan Rasulullah SAW adalah sesuatu yang sangat penting.


Ketika Allah mengabaikan tipu muslihat itu, ini juga merupakan pengajaran bagi setiap muslim bahwa jika mereka berusaha menuntut hak dari orang-orang kafir, maka mereka harus melakukannya dengan cara-cara yang halal dan disampaikan dengan baik. Tidak ada jalan lain untuk menjadi sebuah komunitas yang bermoral tanpa mengikuti tuntutan syariat.


Antara kaum mukminin pun, Allah melarang tindakan yang mencederai pribadi dan harga diri muslim. Hal ini untuk menjaga kesatuan diantara mereka agar mereka dapat hidup dalam keadaan barokah dan rahmat. Yah, mengakhiri tipu daya kafir dengan cara yang halal adalah sebaik-baik tindakan dalam menjaga kesatuan di antara muslimin.


Di sisi lain, hikmah lainnya yang tercermin di surah Al-Anfal ayat 30 dapat pula dijadikan sebagai pengajaran bagi setiap orang bahwa perbuatan yang mencederai orang lain akan dibalas dengan buruk. Keadaan mengerikan yang dialami oleh Quraisy dampak dari tindakan yang tidak bermoral dan lebih jahat yang mereka lakukan kepada Rasulullah SAW. Konsekuensinya pun pasti akan membuat mereka menderita akibatnya.


Dalam menjalankan dakwah Islam, Rasulullah SAW telah mengajarkan bahwa setiap orang harus bisa menghargai dan melindungi satu sama lain. Kesetaraan harus diperhatikan, meskipun secara tidak langsung juga berarti memberi perlindungan kepada mereka yang tidak menyukai atau menolak Islam. Hanya dengan cara inilah akan tercipta suasana saling menghargai yang dapat menghasilkan hubungan yang baik antar sesama.


Surah An-Anfal ayat 30 merupakan sebuah pengajaran bagi kita semua. Omongan dan tindakan yang menyakiti orang lain akan dibalas dengan buruk. Ini adalah cara Allah menciptakan adil di muka bumi. Allah SWT adalah sebaik-baik pembalas tipu daya dan kaum quraisy telah mendapatkan balas dari usaha mereka itu. Kita harus terus berjuang untuk mendirikan agama yang baik dan berakhlak mulia agar tidak membuka ruang untuk tipu daya yang tidak baik dibuat. Semoga Allah senantiasa meluangkan rahmat, kesejahteraan dan kebahagiaan atas kita semua. Aamiin.