Surat Al-Anfal di dalam Al-Qur'an merupakan salah satu surat yang terdapat di dalam kitab suci umat Islam. Ayat 15 surah ini berbicara tentang ucapan yang ditujukan kepada orang-orang yang beriman yaitu agar janganlah berbalik dari musuh ketika bertemu dengan orang-orang kafir yang hendak menyerang kamu.
Dinamakan surah Al-Anfal karena berisi tentang perang dan Ayat ini juga merupakan salah satu ayat di antara sekian banyak ayat yang menjelaskan bagaimana agar umat Islam berhadapan dengan orang-orang kafir yang berupaya menyerang mereka. Ucapan ini datang dari Tuhan akan mengingatkan kita untuk tetap bertekun pada doa dan usaha dengan pandangan yang jelas dalam situasi yang serba tidak pasti, bukan berbalik membelakangi.
Sejarah turunnya surat Al-Anfal ini cukup panjang dan banyak dimaknai dan dipahami ulang sampai sekarang. Yehudi dan Nasrani telah melancarkan perang yang dikenal dengan nama Perang Badar melawan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam. Pada saat itulah ayat 15 ini diutus kepada Nabi SAW untuk memberi petunjuk tentang bagaimana cara Nabi SAW dan umat Islam dapat bersikap ketika mereka dihadapkan dengan musuh yang hendak menyerang mereka.
Tidak saja di Abu Bakar, ia juga turun di zaman daku Ali R.A dimana ia telah mengajarkan kepada kaum muslimin bahwa tidak seorang pun boleh berbalik menjauh (mundur) dari musuh. Melihat konteks sejarah diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa ayat ini diberitahukan sebagai petunjuk agar umat Islam tidak takut untuk berhadapan langsung dengan musuh, tetapi harus tetap teguh dan sabar dalam menghadapi pertempuran.
Tidak hanya berlaku di masa lalu, akan tetapi ayat ini juga masih relevan sampai sekarang ini. Karena itu kata-kata Tuhan melalui Al-Qur'an benar-benar harus dipahami dan dihayati agar kita bisa berhadapan dengan musuh dengan teguh dan kuat. Surat Al-Anfal memperingatkan umat Islam bahwa bersenjata berupa kemampuan untuk bertahan dan tidak menyerah ketika dihadapkan dengan lawan yang lebih banyak, lebih berbahaya dan lebih kuat, lebih diutamakan daripada tattakut dan berlari.
Di era modern ini, ayat ini juga dapat diimplementasikan dalam segala bentuk perjuangan bagi manusia bebas. Ucapan " jangan berbalik mundur" dari Tuhan, adalah sesuatu yang tak ternilai, karena ucapan ini menyatakan bahwa di balik ketakutan yang harus dihadapi, kita tetap punya kemampuan untuk berkontribusi pada dunia ini dengan cara memperjuangkan apa yang benar, memberi nasehat yang baik, dan berpegang teguh pada doa dan kepercayaan yang kuat.
Memang, sukar rasanya untuk menghadapi musuh yang berkekuatan besar dan terkadang membuat kita ingin membalikkan diri dan berlari melarikan diri. Tetapi jika kita ingat petunjuk yang telah diberikan di dalam Surat Al-Anfal, akan ada lebih banyak kekuatan yang melingkupi kita yang akan menolong kita berani berhadapan dan menghadapi dengan teguh musuh-musuh kita.
Pada akhirnya, hal terpenting yang perlu diingat adalah tingkat keyakinan kita pada keyakinan dan doa yang tak terhingga dari Tuhan. Ucapan ini dapat menginpirasi kita untuk tidak pernah berhenti bertahan dalam kesulitan, mengikuti jalan yang benar orang-orang yang beriman , dan memilih untuk teguh berada di jalan yang benar.