Surah Al-A’raf Ayat 90 menyebutkan tentang sebuah konflik yang terjadi antara kaum Syuaib dan pemuka-pemuka dari kaumnya yang kafir. Pemuka-pemuka kafir itu berkata kepada sebagian orang dari kaumnya kalau jika mereka mengikuti Syuaib, mereka pasti akan menjadi orang-orang yang rugi.
Surah Al-A’raf berceritera tentang perjalanan Nabi Musa dan Bani Israil yang menuju ke Palestina. Surah ini berisi tentang petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT pada Nabi Musa. Dalam surah ini juga ada nasihat tentang hukum-hukum keagamaan yang terkandung sehingga menjadi pedoman hidup umat muslim.
Ayat 90 surah ini menceritakan tentang situasi di kota Madyan yang penduduknya diketuhi oleh Nabi Syuaib a.s. Meskipun Nabi Syuaib diutus Allah untuk memberikan petunjuk-petunjuk agama kepada penduduk Madyan, mereka tidak tertarik untuk mengikuti Nabi Syuaib. Apalagi, pemuka-pemuka di Madyan kafir meminta orang-orang agar tidak percaya pada Nabi Syuaib dan mengancam kalau mereka mengikuti Nabi Syuaib, mereka pasti akan rugi.
Ini merupakan sikap yang populer bagi banyak orang pada zaman nabi terutama di kalangan kaum kafir yang menolak untuk mengikuti petunjuk agama yang diberikan berulang kali oleh nabi-nabi Allah. Mereka berusaha untuk membuat orang-orang lain melenceng dari petunjuk Allah dengan cara mengancam dan menipu dengan janji palsu.
Ayat 90 surah Al-A’raf mengajarkan kepada kita untuk tetap teguh di atas petunjuk agama Allah meskipun banyak upaya penyesatan yang dilontarkan oleh kaum kafir. Kita harus bersedialah untuk menghadapi tuduhan tidak masuk akal dan ancaman mereka karena kita telah diajari melalui Al-Quran untuk tetap bersabar dan bersifat jujur.
Kita disarankan untuk lebih meningkatkan iman dan kepercayaan kita dalam Al-Quran dan petunjuk Allah. Kita harus ingat bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita dan memberikan petunjuk-Nya kepada kita yang akan membawa kita menuju jalan yang benar.
Setiap orang harus bertanggung jawab atas hasil yang diperolehnya melalui pilihan yang diambilnya. Jika menerima petunjuk Allah, maka Allah menjanjikan bahwa celakalah orang-orang yang meneruskan petunjuk-Nya. Namun, jika tidak, maka bersiaplah untuk menanggung akibat keputusan yang diambil.
Disamping itu, kita diminta untuk menjadi contoh yang baik bagi orang lain dan mengingatkan mereka bahwa petunjuk Allah adalah jalan yang benar. Sehingga, saat orang-orang kafir mengancam kita dan orang lain dengan janji palsu mereka, kita harus tetap berpegang teguh pada petunjuk yang diberikan Allah.