Surah Al-A’raf ayat 168 adalah sebuah ayat dari Surah Al-A’raf, surah ke tujuh dalam Al-Quran. Surah Al-A’Raf ini diwahyukan di Mekkah dan surah ini terdiri dari 206 ayat. Ayat kedua puluh delapan dari surah ini berbicara tentang bagaimana Allah telah memecahkan manusia menjadi beberapa golongan.
Ayat ini berbunyi: "Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)."
Ayat ini menyebutkan bahwa Tuhan telah memecahkan manusia menjadi beberapa golongan. Ini bukan tentang pemisahan manusia berdasarkan warna kulit atau agama. Lebih dari itu, Allah telah memecahkan manusia menjadi golongan-golongan berdasarkan perilaku dan akhlak mereka. Golongan yang saleh adalah mereka yang mengikuti perintah Allah dan menjalankan kehidupan yang dipimpin oleh syariat Allah. Orang-orang yang tidak saleh adalah mereka yang mengabaikan perintah Allah dan hidup dengan cara yang berlawanan dengan ajaran agama.
Selain itu, ayat ini juga berbicara tentang bagaimana Allah telah menguji manusia dengan baik dan buruknya. Ini dikarenakan Allah ingin agar manusia bisa menghargai nikmatNya dan tidak lupa akan janjiNya. Oleh karena itu, Allah telah menguji manusia dengan ujian-ujian yang berbeda-beda, mulai dari ujian yang disebabkan oleh nikmat-nikmatNya, sampai ujian yang disebabkan oleh bencanaNya. Ujian itu diberikan kepada setiap orang secara adil. Allah ingin semua orang yang diuji mengerti bahwa mereka tidak boleh berputus asa dan harus mampu melewati ujian yang diberikan oleh Allah.
Ayat ini juga menyebutkan tentang akhir dari segala ujian yang diberikan Allah kepada manusia. Akhir dari setiap ujian adalah agar manusia mampu kembali ke jalan yang benar. Dengan kata lain, Allah telah memberikan musibah dan nikmat kepada manusia untuk mengajak mereka untuk tidak menyimpang dari ajaran-ajaranNya. Allah menuntut ketaatan dan ketundukan dari manusia, yaitu agar mereka mampu kembali ke jalan yang benar.
Setelah memahami makna ayat diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa ayat ini adalah sebuah bentuk dari pengingat kepada umat manusia, agar mereka tidak melupakan perintah Allah dan ingat akan janjiNya. Ayat ini juga adalah sebuah peringatan bagi orang-orang yang tidak saleh, agar segera menyesuaikan diri dengan perintah Allah. Allah telah menguji manusia dengan baik dan buruk, bahkan Allah lebih menyukai orang-orang yang menghadapi ujian dengan tekun dan sabar. Akhir dari semua ujian itu adalah agar manusia dapat kembali ke jalan yang benar.