Ayat Al-A'raf (105) diturunkan sebagai peringatan dari Allah kepada Nabi Musa (As) untuk menyampaikan berita Allah yang sebenarnya. Dalam ayat ini, Nabi Musa (As) diperintahkan untuk menyampaikan kebenaran tentang Allah dan bersedia membawa kesaksian yang kuat tentang Tuhan yang Maha Esa. Ini menunjukkan bahwa Nabi Musa (AS) eviden yang menguatkan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah. Selain itu, Allah juga memberi perintah kepada Nabi Musa untuk melepaskan Bani Israil. Perintah tersebut diambil karena telah terjadi peristiwa kota Tugkya di mana Bani Israil membakar kota tersebut karena tidak mau percaya kepada tanda-tanda Allah yang mengagumkan. Oleh karena itu, Allah memberi perintah kepada Nabi Musa untuk menyampaikan klo kebenaran tentang Allah dan juga melepaskan Bani Israil dari pengaruh setan.
Dengan memahami ayat Al-A'raf (105) dapat mengajarkan kita bahwa kuasai Allah sangatlah luas. Ia akan memberikan hukuman dan hadiah yang nyata sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan oleh makhluk-Nya. Hadiah yang pasti dari Allah adalah jalan menuju keselamatan dan kemuliaan. Sebagai contoh, perintah Allah untuk Nabi Musa (As) melepaskan Bani Israil dan menyebarkan kebenaran tentang-Nya menjadi sebuah sangkutan bagi mereka. Ini menegaskan bahwa Allah selalu adil, dan Dia memberi manusia kesempatan untuk menuju keselamatan melalui kesempurnaan keimanan.
Kelanjutan dari ayat Al-A'raf (105) adalah menghormati kebenaran tentang Allah dan menyebarkannya di seluruh dunia. Ini juga menekankan pentingnya menyebarluaskan ajaran agama Islam yang mulia. Karena Islam merupakan agama yang dapat menghubungkan manusia dengan Allah. Dengan mengamalkan ajaran Islam, kita dapat memenuhi panggilan Allah untuk mengerjakan kebenaran dan taqwa. Serta mengingatkan kita bahwa kesuksesan seseorang terletak pada kepatuhan kepada Allah.
Secara keseluruhan, ayat Al-A'raf (105) mengedarkan pesan yang kuat dan memberi kita arahan agar kita mudah mengenali dan menghormati kebenaran Allah. Kita diperintahkan untuk menyebarkan kebenaran tentang Allah ke seluruh dunia. Selain itu, kita juga diperintahkan untuk meneladani contoh hidup Nabi Musa (As) dan menyikapi berita vemengan Allah dengan berpegang teguh kepada kepatuhan kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa seseorang tidak mungkin berhasil di dalam hidupnya jika tingkat kepatuhannya rendah terhadap Allah. Tak ada salahnya jika kita mengingat bahwa untuk sukses, kita harus tetap berpegang pada kebenaran dan menghormati hukum Allah yang Maha Suci.