Surah Al-Anfal ayat 3 adalah ayat dalam Al-Quran yang mengingatkan umat Islam akan pentingnya melaksanakan salat dan berinfak. Ayat ini memandang salat dan infak adalah ibadah yang sama pentingnya dalam umat Islam.
Dalam ayat ini Allah SWT berfirman, “Yaitu orang-orang yang melaksanakan salat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” Salat dan infak adalah dua hal yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: untuk mendekatkan kita pada Allah. Kata “Menginfakkan” dalam ayat ini merujuk pada sesuatu yang dimiliki oleh seseorang dan diberikan kepada orang lain.
Secara umum, salat adalah ibadah formal yang dilaksanakan oleh seorang Muslim di mana ia bermunajat untuk memuji kemuliaan Allah dan memohon pertolongan-Nya. Salat adalah ibadah pokok bagi umat Islam, menurut Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Selain itu, salat bertindak sebagai alat untuk menyadarkan umat Muslim akan panggilan tak diragukan lagi dari Allah SWT.
Selain salat, infak juga penting untuk umat Islam. Menurut Al Quran, meminjamkan dan memberi kepada sesama adalah bentuk ibadah. Ibadah ini dapat dikenakan dalam bentuk menggunakan harta miliknya, menolong mereka yang kekurangan, dan memberikan sesuatu yang layak untuk orang lain. Terkadang orang-orang mungkin ragu untuk berinfak karena takut kehilangan hartanya, tetapi orang yang berinfak sebenarnya adalah orang yang berpikir rasional dan jujur.
Dengan meliha apa yang ada di Surah Al-Anfal Ayat 3 di atas, dapat disimpulkan bahwa salat dan berinfak adalah dua ibadah yang saling terkait yang harus dipraktikkan oleh umat Islam. Kedua ibadah ini harus diterapkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Adanya salat dapat membantu seseorang untuk mengingat dan memohon rahmat dari Allah. Di sisi lain, berinfak juga menjadi cara untuk membantu sesama dan memenuhi hak-haknya. Dengan melakukan kedua ibadah tersebut, umat Islam dapat menjadi wakil yang bertanggung jawab dan selamat mengikuti aturan Allah SWT.