Surah Al-Baqarah ayat 117 mengungkapkan prinsip kuasa Allah dalam mencipta serta menguasai semua yang ada di alam raya ini. Ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak perlu melakukan apa-apa untuk mencipta sesuatu; Dia hanya perlu bersabda agar sesuatu itu berlaku. Perkataan “Jadilah!” dalam ayat ini menerangkan bahwa ciptaan adalah hak milik Allah, sebaliknya manusia tidak perlu melibatkan diri dalam proses penciptaan.
Konsep ini mengikuti prinsip dasar yang diwariskan Al-Quran secara keseluruhan, yaitu bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta semesta. Kyai hanya mewarisi dan mengendalikan apa yang sudah diciptakan. Allah menciptakan semua benda yang ada di seluruh alam semesta, bersama dengan alam manusia yang dipapaunya. Ini berarti bahwa semua benda ada karena ketetapan ilahi, tidak akan ada benda yang lahir selain atas kuasa dan izin Allah. Seluruh aspek alam semesta setiap saat dikendalikan olehNya, dan sebabnya hanyalah perintahNya.
Surah Al Baqarah ayat 117 pandangan Islam tentang ciptaan juga menegaskan bahwa manusia tidak boleh terlalu sombong atau terlalu berani saat mengambil keputusan yang penting. Kita harus mengatelyakan Allah dalam setiap langkah kita dan ingat bahwa sifat Maha Kreatif Allah yang mencegah kita untuk melakukan apa yang telah diciptakan olehNya.
Ayat ini juga memaksa kita untuk merenungkan kuasa mahakuasa Allah ke atas seluruh alam semesta. Allah adalah kuasa yang terdahulu wujud dan selalu hadir dalam semua yang ada, dan Dia-lah yang mempertahankan seluruh perintahNya. Ini juga memperingatkan kita untuk menerima segala sesuatu yang telah ditentukanNya dan berserah kepadaNya, sehingga mencari bantuan dan perlindungan dariNya dalam setiap aspek kehidupan.
Kita juga harus meningkatkan kesadaran akan ciptaan Allah. Ini termasuk menghormati keadaan alam sekitar dan hidup dengan cara yang benar dan baik. Kita harus melihat alam semesta sebagai hadiah berharga dan manfaatnya disyukuri, serta menyadari bahwa ciptaan Allah tidak boleh disalahgunakan.
Dalam ayat ini juga menyebut bahwa apabila Allah hendak berbuat sesuatu, Dia hanya perlu berkata, “Jadilah!”, yang berarti bahwa Allah dapat mengubah sesuatu yang ia tetapkan dengan hanya sebuah kata. Oleh karena itu, kata ini menjadi pengingat bagi kita bahwa kita harus berpegang teguh dengan kebenaran Allah dan menyerahkan segala urusan kita kepadaNya.
Kesimpulannya, Surah Al-Baqarah ayat 117 memperingatkan kita tentang kuasa Allah dan bahwa semua yang berlaku didasarkan pada kehendakNya. Kita harus mengingat bahwa ciptaan Allah tidak boleh disalahgunakan dan kitalah yang harus senantiasa mencari bantuan dan perlindungan dari Allah. Dengan mengambil pelajaran dari ayat ini kita dapat menemukan jalan menuju kedamaian batin dan kehidupan yang lebih damai.