Surah Al-Baqarah ayat 116 merupakan sebuah ayat dari Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad S.A.W. Ayat ini juga merupakan peringatan dan peringatan kepada orang-orang yang tidak hijab untuk meninggalkan doktrin palsu. Ayat ini juga merujuk pada doktrin eksotisme yang mungkin didasarkan pada agama-agama lama juga yang mengklaim bahwa Allah memiliki anak. Namun, Allah Swt adalah Maha Suci dari semua hal yang bersifat mistis dan menentang hukum logika. Sebaliknya, dia memiliki semua hal yang ada di bumi dan di langit, dan semua itu pasti tunduk kepada-Nya.
Ayat ini berfungsi sebagai pemenuhan bagi orang-orang yang memegang doktrin palsu yang telah mengharamkan Allah dan memberikan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam. Dengan menyebutkan ayat ini, Allah Swt mengingatkan umatnya untuk tidak meremehkan asas-asas keesaan-Nya, karena Dia tidak memiliki keluarga, anak, atau tandingan.
Ayat ini secara gamblang menolak anggapan beberapa agama tertentu tentang Allah yang meliputi konsepsi eksotisme dan anggapannya yang salah bahwa Allah memiliki anak. Konsepsi eksotisme secara bahasa berarti suatu teori yang memandang kekuasaan Allah dengan sudut pandang jahiliyah yang dipelihara dan dipertahankan oleh perayaan tradisional.
Ayat ini juga merujuk kepada istilah takdir atau qada dan qadar. Qada dan qadar adalah hikmah Allah yang berhubungan erat dengan kekuasaan-Nya. Ide ini muncul dari wahyu agama Samawi dimana Allah adalah penguasa yang Berkuasa dan berhak menentukan takdir. Kata qada dan qadar sesungguhnya meru-pakan dua istilah yang terpisah yang berarti keputusan atau prediksi Allah untuk segala hal yang berlaku di alam semesta.
Pada dasarnya, makna ayat ini sangat jelas. Allah adalah satu-satunya entitas yang tak tertandingi dan merupakan penguasa absolut untuk semua makhluk. Ia tidak dimiliki anak yang dapat mengancam kekuasaan-Nya. Oleh karena itu, ayat ini menekankan pada makna ketuhanan Allah yang Berkuasa dan Akurat dalam semua hal.
Ayat ini mengisyaratkan bahwa seorang manusia harus tunduk kepada hukum Allah jika ia ingin mencapai kesuksesan. Anda juga harus menghormati perbedaan dan saling menghargai agama lain tanpa menuduh mereka bersalah. Semua itu bisa dilakukan jika kita mengikuti ajaran Allah yang absolut yang terkandung dalam Surat Al-Baqarah ayat 116. Dengan demikian, ayat ini memiliki makna yang jelas dan relevan untuk orang-orang di masa kini dan juga masa depan.