Surah Al-A’raf ayat 98 adalah ayat dalam Al-Qur'an yang berbicara tentang akibat-akibat dari perilaku buruk bagi masyarakat yang mengabaikannya. Ayat ini mencerminkan maqam (posisi) agama Al-Qur'an, yaitu senantiasa mengingatkan orang terhadap akibat buruk dari tindakan jahat. Dalam Surah ini, Allah mencoba untuk menginspirasi orang untuk berpikir tentang hasil dari perilaku buruk mereka.
Dalam ayat 98, Allah bertanya apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain? Perkataan "siksaan Kami" jelas menunjukkan bahwa Allah bertanggung jawab atas semua kejahatan yang terjadi di dunia ini, termasuk yang terjadi di negeri-negeri lain di mana orang bermain. Ayat ini memberi isyarat kepada kita bahwa kesenangan yang diperoleh dengan bermain tidak harus mengabaikan akhir yang pasti. Penduduk negeri tersebut perlu mengingat bahwa tindakan jahat akan dibalas oleh Allah dengan apa yang patut dan berhak untuk diterimanya.
Dengan kata lain, ayat ini mengingatkan kita bahwa ada konsekuensi yang harus diterima oleh orang yang melakukan perilaku jahat. Kuasa Allah mengawasi keseluruhan masalah dan baik buruk yang telah kita lakukan akan memiliki akibat pada masa depan kita. Oleh karena itu, sebelum bermain atau bersenang-senang, setiap orang harus yakin bahwa tindakan yang diambil tidak membahayakan kehidupan mereka di masa depan.
Kesimpulan dari ayat ini adalah, orang-orang seharusnya berhati-hati dalam semua hal yang mereka lakukan, karena semua tindakan yang kita lakukan akan memiliki konsekuensi di masa depan. Kita harus mengingat bahwa Allah melihat segala sesuatu yang kita lakukan, dan Dia akan menghukum seseorang sesuai dengan tindakan mereka. Akhirnya, ayat ini melayani sebagai peringatan bagi setiap orang untuk tidak membuat keputusan bodoh dan jahat. Jikalau mereka melakukan hal tersebut, mereka akan menerima konsekuensi yang tidak menyenangkan dari Allah pada hari pembalasan.