Surah Al-A'raf Ayat 83 - QuranWeb

terms: Berikut adalah penjelasan tentang ayat yang berbunyi “Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya (Nabi Nuh), kecuali istrinya. Dia termasu...

Surah Al-A'raf Ayat 83

Berikut adalah penjelasan tentang ayat yang berbunyi “Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya (Nabi Nuh), kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal.” yang disebutkan di dalam surah Al-A’raf ayat 83.


Ayat ini di dalam Al-Qur’an menceritakan kisah Nabi Nuh, rasul Allah yang dipilih oleh-Nya untuk mengarahkan umatnya dari kesyirikan. Nabi Nuh terkenal karena dia terus berjuang untuk mengajak umatnya untuk bertobat dan beriman. Akan tetapi umatnya durhaka, berdosa dan enggan untuk mendengar nasihatnya.


Kemudian, Allah SWT berfirman kepada Nabi Nuh agar bertauhid kepada-Nya dan berusaha untuk menyelamatkan diri dari bencana yang akan datang. Sebagaimana dijelaskan di dalam surah Al-Qamar ayat 27: “Kemudian Kamiilatkan firman Kami kepada Nabi Nuh agar bergantung kepada Kami dan Janganlah dia berpatokan kepada orang-orang yang durhaka.”


Kemudian, berdasarkan firman Allah, Nabi Nuh dan pengikutnya yaitu sahabat-sahabat yang setia kepadanya, berlindung di atas bahtera yang Allah SWT ajarkan untuk dibangunnya. Akan tetapi. istri Nabi Nuh tidak ikut berlindung dengan mereka, ia termasuk orang-orang yang tertinggal.


Allah SWT kemudian mencurahkan hujan dan datangnya angin ribut yang kuat untuk membersihkan muka bumi dari orang-orang yang durhaka dan tidak memiliki iman. Begitu juga rumah-rumah yang mereka tempatkan kepercayaan mereka akan hancur. Berdasarkan ayat yang berikutnya, Al-Qamar ayat 30: “lalu Kami hantamlah adalah orang-orang durhaka dengan bencana yang besar lalu Kami biarkanlah mereka sebagai gembor-gembor laut yang hanyut.”


Di tengah datangnya bencana, Allah SWT selamatkan Nabi Nuh dan pengikutnya, akan tetapi mereka tidak bisa melarikan diri dari derita yang menimpa istri Nabi Nuh. Allah SWT kemudian berfirman di dalam ayat 83 di atas, “kemudian Kami selamatkan dia (Nabi Nuh) dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal.”


Hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas adalah bahwa sekalipun kita memiliki kebaikan dan keutamaan di mata Allah Swt, kita belum tentu selamat dari siksaan. Sebab, Allah SWT tidak selamanya melarang orang-orang berbuat dosa dan berbuat jahat. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dengan segala sikap kita karena kadang kita tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali berharap pada Maghfirah Allah.


Ketahuilah bahwa kesempatan yang kita miliki tersebut adalah anugerah Allah, yang merupakan satu-satunya harapan bagi orang-orang yang tertinggal ketika bencana datang. Maka, adalah tugas kita semua untuk berbuat baik dan tidak hanya selalu berfokus untuk mengaut keuntungan dan mengeruk kesuksesan.


Dengan cara tersebut, kita pastinya akan beroleh kebaikan dan kemudahan untuk mencapai tujuan kita. Wallahu A’lam Bissawab.