Surah Al-A’raf ayat 202 menyebutkan bahwa teman-teman orang kafir dan fasik bantu setan-setan untuk menyesatkan manusia. Mereka melakukan hal ini tanpa henti-henti dan hal ini bertentangan dengan prinsip tauhid dan ajaran Islam, yang mengajarkan manusia untuk berpegang teguh pada petunjuk Allah dan melakukan perbaikan diri.
Membantu setan-setan untuk menyesatkan orang lain merupakan tindakan yang sama dengan shirik (mempersekutukan Allah) dan orang-orang yang berbuat demikian pasti akan siksa di neraka jahanam. Yang seharusnya dicontoh adalah orang-orang yang menjalankan perintah Allah. Allah telah menyatakan dalam Surah Al-Baqarah ayat 28, “Dan hai orang-orang yang beriman, sembahlah Allah dan bergaullah dengan orang yang takut akan Allah, supaya kamu mencapai keselamatan”.
Perintah Allah bukanlah sesuatu yang abstrak, melainkan terdiri dari hal-hal yang jelas dan sederhana. Jika kita benar-benar menginginkan keselamatan di akhirat nanti, maka yang harus kita lakukan adalah berpegang teguh pada petunjuk-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Dalam Surah Al-A’raf ayat 200, Allah berfirman, “Dan mereka tidak mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah, dan mereka sekalipun tidak menyesatkan dan tidak (menganiaya) manusia tetapi mereka berbuat dusta terhadap Allah”.
Kata Allah menunjukkan pada kita bahwa orang-orang yang membantu setan-setan untuk menyesatkan manusia tidak melakukan apapun yang bermanfaat bagi mereka sendiri, sebaliknya mereka melakukan sesuatu yang tidak pernah diminta Allah untuk dilakukan, dan di samping itu, mereka melakukan dusta terhadap Allah.
Dalam islam, yang seharusnya dibantu adalah manusia yang berusaha meyakini Allah, seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nahl ayat 125, “Dan meraka memperbaguskan perkataan mereka dan mereka memberi nasihat kepada orang yang beriman”. Hal ini sebagai bentuk kasih sayang dan toleransi yang mengakui hak setiap individu untuk mencari kebenaran dengan cara yang tegas dan terbuka dan menghormati hak-hak orang lain.
Berbeda dengan membantu setan-setan, orang-orang yang bertanggung jawab akan berupaya untuk meningkatkan kesadaran mereka sendiri akan nilai-nilai agama dan berusaha untuk menegakkan nilai-nilai Islam. Mereka juga akan melakukan untuk menyampaikan informasi yang benar tentang ajaran agama, bukan menyebarkan informasi yang salah.
Allah telah berfirman seperti yang dijelaskan dalam Surah Al-A’raf ayat 202, “Dan teman-teman mereka membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).”
Dalam ayat ini, Allah menekankan bahwa menyesatkan orang lain bukanlah sesuatu yang patut dilakukan oleh mereka yang beriman. Sebaliknya, orang beriman seharusnya berusaha untuk memberikan manfaat pada orang lain dengan menegakkan nilai-nilai Islam. Ini adalah cara yang sebenarnya untuk membantu manusia, bukan menyesatkan mereka.