Surah Al-A’raf ayat 195 dalam Al-Quran menyatakan bahwa sifat-sifat sham (berhala-berhala) yang biasanya dianggap sebagai dewa-dewa mereka tidak mempunyai keterampilan fisik untuk melakukan sesuatu. Tidak ada kaki untuk berjalan, tangan untuk memegang, mata untuk melihat, atau telinga untuk mendengar. Itulah sebabnya ayat ini mengharuskan orang-orang yang percaya pada berhala-berhala itu untuk menyatakan itu dengan menyerukan kepada berhala-berhala yang mereka anggap sebagai sekutu Allah untuk melakukan sesuatu untuk menjejakkan Nabi Muhammad SAW.
Ayat ini dijelaskan dalam Al-Quran sendiri, dimaksudkan sebagai peringatan kepada orang-orang yang masih mempersekutukan Allah SWT dengan berhala-berhala, bahwa umat Islam harus fokus hanya pada Allah SWT sebagai Tuhan yang satu. Hanya Dia memiliki kuasa penuh atas alam dan manusia, sedangkan berhala-berhala tidak memiliki kuasa atau hak apapun. Berhala-berhala itu tidak bisa melakukan sesuatu seperti Yang Maha Kuasa.
Ayat ini juga menempatkan berhala-berhala sebagai aktor-aktor yang tertatih-tatih. Di sinilah berhala-berhala harus berusaha keras untuk melakukan sesuatu atas permintaan manusia, tetapi mereka tidak mampu melakukan yang demikian. Selain itu, ayat ini juga mengingatkan pembacanya tentang hakikat sifat manusia bahwa hanya mereka yang benar-benar berdoa atau berusaha keras dapat meraih apa yang diinginkan.
Ayat ini juga sekaligus menegaskan hanya pada Allah harus ditujukan permohonan kehendak manusia. Allah telah melarang manusia menyembah berhala-berhala dan hanya Dia yang harus diyakini sebgai Tuhan yang wajib disembah, karena hanya Allah yang berkuasa melakukan sesuatu untuk manusia.
Ayat ini juga memperjelas fakta bahwa manusia tidak diperkenankan untuk memanggil berhala-berhala atau dewa-dewa selain Allah SWT. Ayat ini menyampaikan pesan bahwa seluruh usaha manusia di dunia ini untuk mencapai tujuan haruslah diarahkan pada Allah SWT.
Bagi mereka yang percaya dan takut akan Allah SWT, ayat ini juga mengingatkan agar jangan mengharapkan sesuatu yang berasal dari makhluk lain dalam upaya untuk menjejaki dan melukai Nabi Muhammad SAW. Ayat ini menekankan pada orang-orang yang tetap mempersekutukan Allah SWT dengan berhala-berhala untuk tidak menunda lagi, dan segera menerapkan upaya sia-sia yang tidak berguna untuk mengejek, menghina, atau menghancurkan para nabi.
Kesimpulannya, ayat ini mengingatkan manusia untuk fokus hanya pada Allah SWT dan menyatakan bahwa berhala-berhala tidak ada gunanya, tidak merasakan, dan tidak berdaya. Mereka harus percaya hanya Allah SWTlah yang memiliki kekuatan penuh atas manusia dan ingatlah jika mereka berusaha menyerang Nabi Muhammad SAW dengan cara apapun, hanya akan mendatangkan bencana atas mereka.