Surah Al-A'raf Ayat 191 - QuranWeb

terms: Surah Al-A’raf ayat 191 menyampaikan masalah mengapa manusia meragukan kekuasaan Allah dan justru menyekutukan-Nya dengan suatu punca yang t...

Surah Al-A'raf Ayat 191

Surah Al-A’raf ayat 191 menyampaikan masalah mengapa manusia meragukan kekuasaan Allah dan justru menyekutukan-Nya dengan suatu punca yang tidak sepadan. Meskipun manusia sangat berbeda satu sama lain, mereka tetap saja membuat persekutuan dengan sesuatu yang tidak berhak mewakili Allah.


Hakekatnya, penyekutuan yang dilakukan manusia dengan berhala ini sebenarnya telah mereka usahakan sejak zaman primordial manusia. Saat itu, manusia membuat berhala dari batu, kayu dan biji-bijian untuk menyembah, sekaligus juga mengabarkan pengabdian mereka kepada berbagai berhala. Berhala ini dianggap sebagai punca atau penumbuh kepada perubahan-perubahan yang berlaku di dalam alam. Penubisannya berupa permintaan supaya berhala itu dapat membantu menghalau bencana atau mengangkat kemakmuran.


Namun, pada hakikatnya berhala itu sendiri tidak berasal dari kekuasaan Allah. Justeru, Allah berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 191 mengingatkan manusia agar tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak layak seperti itu. Sebagaimana yang dikatakan Allah, pekerjaan berhala ini diciptakan oleh manusia sendiri, dan itu tidak dapat diberikan hukum, serta tidak dapat melakukan sesuatu apapun demi kebahagiaan manusia.


Kita tahu bahwa maksud penciptaan berhala oleh manusia ini adalah untuk menarik kebahagiaan dan kebaikan dari alam yang diciptakan Allah. Namun, mereka tertipu oleh keadaan ini dengan mengingatkan diri mereka bahwa berhala itulah yang harus diseru. Situasi ini jelas menunjukkan bahwa manusia telah melakukan kesalahan yang besar dengan mengerjai Allah dan menyebut-Nya bersama berhala-berhala yang lalai.


Di samping itu, manusia juga menyekutukan Allah dengan konsep waktu dan ruang yang terbatas. Ia menyamakan Allah dengan konsep ruang dan waktu dan menyamakan Allah dengan sesuatu yang tidak mampu menyampaikan pesan. Allah berfirman dalam Surah Al-Aujubah: 46, bahwa Dia pada hakikatnya melebihi ruang dan waktu dan Dia wujud seperti mana Dia yang disembuhkan. Oleh itu, mereka yang menyekutukan Allah dengan konsep ruang dan waktu telah melakukan kezhaliman terhadap Allah dan telah tertipu oleh keadaan.


Jadi, Allah menerangkan bahawa manusia harus berserah dan taat kepada-Nya, kerana Dia tidak dapat diikat oleh ruang untuk menyampaikan pesan-Nya. Bahkan, Dia adalah pembentuk makhluk terkecil yang sekaligus pemelihara alam semesta. Sebenarnya, masalah kekufuran yang dialami manusia ini lebih berkaitan dengan keinginannya untuk memperluaskan kekuasaan tanpa mempedulikan penentangan Allah.


Kesimpulannya, Allah menerangkan kepada kita melalui Surah Al-A’raf ayat 191 bahawa manusia harus mengambil pelajaran daripada ini dan berhenti mempersekutukan-Nya dengan berhala sebab berhala ini sebenarnya diciptakan oleh manusia sendiri dan tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun. Ini adalah tanda kasih sayang yang Allah berikan kepada manusia supaya mereka dapat kembali kepada-Nya dan tidak meyekutukan-Nya dengan yang bukan milik-Nya.