Surah Al-A’raf ayat 186 adalah ayat yang diambil dari Al-Quran yang membuat kita memahami bahwa Allah memberikan peringatan yang kuat bagi umatnya agar mereka selalu menjaga perbuatan mereka. Ayat ini memperingatkan kita bahwa jika seseorang kehilangan petunjuk Allah, maka ia tidak akan didampingi oleh bukti realita spiritual lainnya.
Dengan kata lain, ayat ini mengisyaratkan bahwa jika Allah membiarkan seseorang tersesat, maka tidak ada petunjuk yang lain yang dapat menuntun seseorang kepada jalan yang benar. Ayat ini juga mengingatkan kita akan pentingnya mengikuti petunjuk Allah untuk tetap berada di atas jalur yang benar.
Ayat ini berfokus pada pentingnya mengikuti petunjuk Allah agar kita tidak lenyap dalam kekacauan kesesatan. Allah telah menyerahkan petunjuk yang tepat kepada kita melalui kitab-Nya, Al-Quran. Kita semua dituntun untuk mempelajari Al-Quran dan memahami petunjuk-Nya sehingga kita tidak akan pernah tersesat. Allah telah menganugerahkan kepada kita petunjuk-Nya yang benar, tetapi, bagaimana jika kita memilih untuk tidak mau menerimanya?
Jadi, jika seseorang memutuskan untuk mengingkari petunjuk Allah, maka ia dibiarkan sesat oleh Allah tanpa didampingi oleh siapapun, termasuk petunjuk-Nya sendiri. Dalam situasi itu, orang tersebut telah menyimpang dari perhatian Allah dan Allah tidak akan lagi membimbing dan membimbing untuk mengalami keselamatan kepada jalan yang benar.
Akhirnya, ayat ini mengisyaratkan bahwa Allah memberikan kita kebebasan memilih jalan hidup kita. Kita memiliki kemampuan untuk memilih jalan yang benar dan jalan yang salah, tetapi jika kita memilih yang salah, kita harus siap bertanggung jawab atas konsekuensinya. Allah tidak akan menghalangi pilihan kita dan atas dasar itu, jika Allah telah membiarkan seseorang tersesat, maka tidak ada lagi yang dapat memberinya petunjuk. Untuk itu, ada baiknya kita mengingat pengajaran surah ini dan terus mengikuti petunjuk Allah.