Surah Al-A’raf ayat 179 merujuk pada sifat orang-orang yang secara nyata tidak mentaati perintah Allah. Allah menyebutkan bahwa orang-orang seperti ini akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam.
Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak mentaati perintah Allah tersebut memiliki banyak fitur mahluk yang umum, seperti memiliki hati, mata, dan telinga. Akan tetapi, mereka tidak memanfaatkan fitur-fitur tersebut untuk mendengarkan ajaran Allah, melihat bukti kebesaran-Nya, atau memahami ayat-ayat Allah. Pada gilirannya, orang-orang seperti ini lebih jahil daripada hewan ternak.
Neraka Jahanam bisa disebut sebagai bentuk keadilan yang paling bijaksana, karena memiliki kemampuan untuk berfaedah bagi mereka yang menyimpang dari perintah Allah. Ini berarti bahwa, meskipun seseorang tidak bertindak sesuai dengan tuntunan-Nya, Allah berharap agar orang tersebut mendapatkan kesempatan untuk membuat keputusan yang tepat di kemudian hari. Dengan demikian, Allah menggunakan mata hukum-Nya untuk memberikan peluang kepada orang-orang yang menyimpang dari tuntunan-Nya.
Surah Al-A’raf ayat 179 juga berbicara tentang sikap penolakan orang-orang yang tidak patuh. Ini berarti bahwa, sementara keadilan Allah cukup cair untuk orang-orang yang menyimpang dari petunjuk-Nya, ia juga memberikan teguran yang tapeordifik agar orang-orang yang tidak bertaati tidak mendapatkan pengampunan.
Surah Al-A’raf ayat 179 juga menunjukkan bahwa orang-orang seperti ini sudah terlanjur menjauh dari cahaya. Di sinilah hadirlah keadilan Allah plin-plan. Dengan memasukkan mereka ke dalam neraka Jahanam,Allah memberikan kesempatan terakhir bagi mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Meskipun itu bukan berarti bahwa mereka dijamin bertaubat, setidaknya mereka memiliki dua kesempatan untuk melakukannya.
Oleh karena itu, kita dapat menggambarkan jawaban Surah Al-A’raf ayat 179 sebagai keadilan Allah yang ramah atas penganiayaan orang-orang yang menyimpang dari petunjuk-Nya. Dengan cara ini, orang-orang diberikan dua kesempatan untuk menjadi taat pada Allah, meskipun upaya mereka belum menghasilkan hasil yang diharapkan. Meskipun begitu, bahaya neraka Jahanam harus terus diingat, agar kita tetap patuh pada perintah Allah.