Surah Al-A'raf ayat 160 adalah ayat yang menggambarkan kebaikan Tuhan terhadap umat Nabi Musa. Dalam ayat ini, Allah mengisyaratkan tentang peristiwa di mana Luas membagi-bagikan air minum yang tiba-tiba telah mengalir di sekitar kaum Bani Israil.
Para ahli Tafsir yang berpendapat bahwa tragedi perbagi-bagian air minum oleh Musa ini terjadi ketika Bani Israil berada di Tanah Madyan di mana, mereka meminta air minum kepada Nabi Musa sehingga ia memanhitkan tongkatnya ke batu dan dari batu itu memancarlah 12 mata air. Allah selanjutnya menyebutkan bahwa setiap suku yang terdiri dari 12 buah (yaitu, Bani Israil) telah mengetahui tempat minumnya masing-masing.
Selain itu, Allah juga menengahi mereka dengan awan penutup di atas mereka untuk melindungi mereka dari sinar matahari dan Kami juga turunkan manfaat yang lain kepada mereka agar mereka dapat bertahan hidup. Allah pun menyebutkan, “Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu.” Mereka tidak menzalimi Allah, tetapi sebaliknya menzalimi diri sendiri jika mereka tidak berbuat baik dan menghargai nikmat yang diberikan.
Dari ayat ini, kita dapat melihat bahwa Allah telah menyelesaikan masalah keperluan hidup para pemeluknya. Allah telah memberikan air, awan, dan makanan kepada para pemeluknya. Ini merupakan suatu topik Pembanguan Berkebajikan atau Sinergisme man-Tuhan. Selain itu, ayat ini juga berfungsi sebagai ajaran positif untuk kita, bahwa Allah senantiasa berdampingan bersama umatnya melalui rahmat, inayah dan hidayah.
Di samping itu, ayat ini juga menyarankan kepada kita bahwa kita juga harus melakukannya untuk berbuat baik dan menghargai nikmat yang Allah telah berikan, contoh yaitu dengan memberikan air, makanan dan perlindungan kepada yang membutuhkan. Ini bertujuan untuk melatih dan mengedukasi jiwa manusia agar berbuat kebajikan yang sesuai dengan syariat Allah, dan mengingatkan kita bahwa Allah tidak pernah menzalimi kita dan memberi berkat dan nikmat di setiap waktu.
Tidak hanya itu, ayat ini juga berfungsi sebagai peringatan bagi umat manusia untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah dan memanfaatkan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya. Ayat ini juga menekankan agar kita tidak menzalimi diri kita sendiri, melainkan menjadikan nikmat yang Allah berikan sebagai pegangan dalam kehidupan. Oleh karena itu, ayat ini juga berfungsi sebagai ajaran positif bagi umat manusia bahwa kita juga harus bersyukur dengan nikmat Allah dan berbuat baik untuk orang lain.