Surah Al-A’raf ayat 100 merupakan bagian dari wahyu Allah yang diberikan kepada Muhammad sebagai Penutup Al Qur’an. Ayat ini berbicara tentang karakter Allah yang adil dan menunjukkan bahwa Dia tahu segala sesuatu.
Ayat ini berkisah tentang orang-orang yang menguasai suatu negeri setelah penduduk aslinya lenyap. Allah menanyakan, apakah orang-orang tersebut tidak melihat bahwa jika Allah kehendaki, Dia dapat memberikan hukum kepada mereka karena mereka melakukan dosa-dosa.
Kemudian Allah menegaskan bahwa Dia dapat mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar petunjuk atau pelajaran. Jadi, ini menunjukkan ini adalah hak Allah dan Dia dapat melakukan apa saja yang Dia kehendaki.
Ayat ini juga menegaskan bahwa kesalahan manusia akan dikenakan hukuman apabila mereka tidak dapat melaksanakan perintah Allah yang telah diberikan kepada mereka, dan bukan karena dorongan lain.
Selain itu, ayat ini juga berfungsi untuk memberi peringatan kepada pemerintah atau orang-orang yang memerintah negeri orang lain. Mereka harus menghormati diasosiasi yang berbeda dan mereka tidak boleh mengabaikan hak asasi hak orang lain.
Ayat ini juga menggunakan sebuah metode untuk menyulut dalam diri kita perasaan kewajiban sosial untuk tidak hanya menjaga hak asasi manusia, tetapi juga untuk memastikan bahwa semua orang diberi kesempatan yang adil untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Kiranya dapat disimpulkan bahwa Surah Al-A’raf ayat 100 merupakan ayat yang menekankan adanya keadilan dalam ajaran agama dan bagaimana kita harus bertanggung jawab dan berlaku adil terhadap orang lain. Ayat ini juga mengingatkan kita bahwa semua melanggar hukum akan dikenakan hukuman oleh Allah.