Surah Al-An’am ayat 83 merupakan bagian dari wahyu Allah yang diberikan kepada Nabi Ibrahim untuk menghadapi umatnya. Ayat ini menyatakan bahwa itulah fenomena yang diciptakan Allah untuk Nabi Ibrahim. Allah meningkatkan derajat siapa pun yang Dia kehendaki, dan Allah benar-benar mahabijaksana dan Maha Mengetahui.
Dengan mengacu pada surah ini, kita dapat mengambil beberapa hikmah tentang tanggung jawab yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim. Kepada seorang Nabi, Allah telah menyatakan kepastian dan kepercayaan lebih besar daripada hal lainnya. Allah telah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nubuat-Nya untuk Nabi Ibrahim. Sejak saat itulah, Tuhan berjanji untuk memberikan petunjuk yang tepat kepada Nabi Ibrahim dan juga berjanji untuk menguatkannya dari masalah yang dihadapi oleh kaumnya. Dengan demikian, ayat ini menekankan tentang kepercayaan Allah terhadap bagaimana suatu Nabi harus menangani masalah yang dihadapi oleh umatnya.
Selain itu, ayat ini juga berbicara tentang keadaan di dunia ini. Tuhan telah menyatakan bahwa Dia memiliki hak untuk meningkatkan derajat setiap orang. Ini berarti bahwa para pemimpin harus memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dan memahami kecenderungan perkembangan masyarakat serta mengingatkan kepada orang-orang tersebut bahwa kemampuan seseorang untuk berprestasi harus dihargai dan dimoderasi dengan baik. Tidak ada satupun yang bisa berpikirnya lebih besar daripada Tuhan. Oleh karena itu, kita harus mendorong orang untuk melanjutkan usahanya dan memberikan hadiah dan motivasi kepada mereka yang berbuat baik.
Ayat ini juga menekankan pada sifat pengampunan dan kasih sayang Allah. Mengacu pada ayat ini, kita dapat memahami bahwa Allah selalu memberikan perlindungan kepada setiap orang tanpa memandang latar belakang dan status. Karena itu, Allah berjanji akan menghukum orang yang melakukan kesalahan, tetapi juga berjanji akan memberi mereka ampunan dan kesempatan untuk memperbaiki diri dan perbuatan-perbuatannya.
Dari ayat ini, kita juga dapat belajar tentang orang yang tulus dan berusaha mencari jalan yang benar. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa seseorang yang benar-benar tulus dalam usahanya untuk mencapai apa yang benar dan menjauh dari yang salah akan Mendapat bantuan dan petunjuk serta pertolongan dari Allah.
Beberapa hikmah lain yang bisa kita ambil dari ayat ini adalah tentang sifat bertanggung jawab orang-orang yang telah diberi tugas oleh Allah. Ayat ini menekankan bahwa mereka yang diberi tanggung jawab oleh Allah harus melaksanakan tugas-tugas mereka dengan sebaik mungkin, dan mereka harus terus berusaha untuk mencapai tujuan mereka. Dengan kata lain, ini adalah pengingat bagi para pemimpin untuk menjadi benar-benar bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang telah diberikan oleh Allah.
Ayat ini juga menekankan bahwa tak ada yang lebih baik dan bijaksana daripada Tuhan. Oleh karena itu, Nabi harus epedisi mengikuti petunjuk dan petunjuk yang telah diberikan oleh Tuhan. Hanya dengan cara ini Nabi dapat membangun sebuah masyarakat yang berdasarkan aturan Allah.
Kesimpulannya, Ayat Al-An’am 83 menekankan bahwa Allah adalah Mahabijaksana dan Maha Mengetahui. Ia menyatakan bahwa Allah memberikan fenomena kepada Nabi Ibrahim untuk tingkat yang lebih tinggi. Ayat ini juga memberikan beberapa hikmah, termasuk menghormati hak-hak kaum dan tanggung jawab yang diberikan kepada para Nabi, menghormati hak-hak setiap individu untuk berprestasi, menyadari hak dari setiap orang untuk mendapatkan pengampunan dan kasih sayang Allah, serta bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan yang sudah diberikan oleh Allah.